Pages

Rabu, 19 September 2012

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN MENGGUNAKAN MEDIA KOMPUTER PADA SISWA KELAS II SDN 1 POGUNG KECAMATAN CAWAS SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Sumber: Jurnal Pendidikan Dwija Utama Februari 2012

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI
PERKALIAN DAN PEMBAGIAN MENGGUNAKAN MEDIA KOMPUTER
PADA SISWA KELAS II SDN 1 POGUNG KECAMATAN CAWAS
SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Oleh. Samin
Abstrak
Kita tahu bahwa matematika merupakan ilmu yang memiliki kecenderungan deduktif, aksiomatik, dan abstrak (fakta, konsep dan prinsip). Karakteristik matematika inilah yang menyebabkan matematika menjadi suatu pelajaran yang sulit dan menjadi momok bagi siswa. Oleh sebab itu pembelajaran matematika khususnya pada Sekolah Dasar membutuhkan perhatian yang sungguh-sungguh dari siswa, guru dan instansi pendidikan yang terkait. Dalam hal ini perlu diciptakan suatu kondisi belajar yang menyenangkan, sehingga proses pembelajaran matematika dapat menjadi kegiatan yang diminati siswa. Salah satu cara menumbuhkan kondisi belajar yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika menggunakan media komputer pada pokok bahasan perkalian dan pembagian padasiswa kelas II.
 Penggunakan media pembelajaran dianjurkan untuk direncanakan secara sistematik agar pembelajaran berjalan efektif dan penggunaan media pembelajaranpun berjalan secara efektif pula. Pembelajaran efektif dengan menggunakan media perlu direncanakan dengan baik agar : 1) menumbuhkan minat peserta didik, 2) menyampaikan materi baru, 3) melibatkan peserta didik secara aktif, 4) mengevaluasi tingkat pemahaman peserta didik, 5) menetapkan tindak lanjut.
Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah bagaimana hasil belajar matematika pokok bahasan pdrkalian dan pembagian dengan menggunakan media komputer pada siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan perkalian dan pembagian menggunakan media komputer.
Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011.Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan melakukan proses pengkajian siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu : perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri 3 pertemuan dan diakhir siklus diberi tes siklus secara individu untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika pokok bahasan perkalian dan pembagian. Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah nilai rata-rata kelas minimal 7,5, prosentase siswa yang memperoleh skor > 6,5 minimal 85 % dari 17 siswa dan keaktifan belajar siswa meningkat.
Kondisi awal nilai matematika yang mendapat nilai dibawah 6,5 ada 62 %
atau sebanyak 11 anak dari 17 siswa. Setelah akhir siklus I diperoleh nilai > 6,5 ada 62 % atau sebanyak 11 anak dari 17 siswa dengan rata-rata nilai tes 67 dan keaktifan siswa 25 % atau sebanyak 4 anak dari 17 siswa, kemudian siklus II diperoleh nilai > 6,5 ada 97 % atau sebanyak 16 anak dari 17 siswa dengan rata-rata nilai tes 79 dan keaktifan siswa 75 % atau sebanyak 13 anak dari 17 siswa.
Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media komputer, siswa dapat meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan perkalian dan pembagian. Selain itu dengan adanya media dapat mengkonkritkan konsep perkalian dan pembagian sehingga siswa lebih mudah memahaminya. Saran yang dapat diajukan bahwa untuk menanamkan konsep perkalian dan pembagian, guru dapat menggunakan media komputer.

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Rendahnya kualitas pendidikan dapat diartikan sebagai kurang berhasilnya proses pembelajaran. Jika dianalisis secara makro penyebabnya bisa dari siswa, guru, sarana dan prasarana maupun model pembelajaran yang digunakan. Juga minat dan motivasi siswa yang rendah, kinerja guru yang kurang baik serta sarana
dan prasarana yang kurang memadai, akan menyebabkan kurang berhasilnya instruksional. Proses pembelajaran yang kurang berhasil dapat menyebabkansiswa kurang berminat untuk belajar. Minat siswa yang kurang ditunjukkan dari kurangnya aktivitas belajar, interaksi dalam proses pembelajaran dan persiapan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kenyataan ini tentu saja tidak terlalu mengejutkan karena hasil belajar anak-anak Indonesia juga tergolong relatif rendah terutama pada mata pelajaran eksakta seperti matematika. Terbukti nilai matematika kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011 yang mendapat nilai dibawah 6,5 kurang lebih 62 % atau sebanyak 11 anak dari 17  siswa kelas II. Rendahnya nilai matematika tersebut tentu saja tidak lepas dari peran guru sebagai salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam belajar. Sekolah sebagai wahana pendidikan formal mempunyai tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, oleh karena itu mempersiapkan sekolah dengan segala sarana maupun prasarana pendidikan seperti perbaikan kurikulum, peningkatan kualitas guru dan peningkatan pelayanan sekolah pada masyarakat merupakan pekerjaan yang utama selain pekerjaan-pekerjaan yang lainnya. Kurikulum yang telah perbaharui menyarankan agar kegiatan pengajaran tidak hanya satu arah dari guru saja, melainkan dua arah, timbal balik antara guru dan murid. Dalam komunikasi dua arah guru harus aktif merencanakan, memilih, membimbing, dan menganalisa berbagai kegiatan yang dilakukan siswa, sebaliknya siswa diharapkan untuk aktif terlebih mental maupun emosional.
Dalam kenyataannya sering kali terjadi anak usia SD kelas II ke atas mengalami kejenuhan dalam belajar matematika. Untuk itu satu usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan memanfaatkan media. Media pendidikan
sendiri dalam pemanfaatannya terkadang kebanyakan hanya untuk menghindari verbalisme belaka, atau hanya untuk selingan saja, sehingga sifat media yang digunakan hanya sebagai alat bantu dan para siswa hanya sebagai penonton dari media yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu, media pembelajaran yang akan digunakan sebaiknya bersifat sebagai alat bantu pengajaran dan dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.
Media pembelajaran yang baik, diharapkan dapat mencakup aspek visual, auditif dan motorik. Hal ini bertujuan agar memudahkan para siswa dalam belajar dan menanamkan konsep. Semakin banyak indera anak yang terlibat dalam proses
belajar, maka akan semakin mudah anak belajar dan semakin bermakna. (Bobbi de Porter & Mike Hernaki, 2002 : 31). Oleh karena itu media pengajaran yang akan digunakan sebaiknya bersifat SAL (Student Active Learning) sehingga dalam proses pembelajaran siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Apalagi mengingat sifat materi pelajaran matematika yang bersifat deduktif yang pendekatannya secara logis dan algoritmik, maka akan sangat bermanfaat jika menggunakan multi media dalam pelaksanaan pembelajarannya.
Salah satu media pembelajaran modern yang saat ini sangat popular digunakan dalam dunia pendidikan adalah komputer. Komputer digunakan sebagai salah satu pilihan penggunaan media pembelajaran karena sifatnya yang
dapat mengakses berbagai macam data dan fasilitas untuk merangsang siswa belajar. Keunggulan komputer juga dapat dilihat dari kemampuannya membuat animasi dan efek dalam suatu program sehingga memudahkan dan mendorong siswa untuk belajar. Sedangkan media komputer ternyata belum banyak digunakan di sekolah-sekolah dasar. Media komputer baru digunakan di sekolah-sekolah unggulan yang mampu menyediakan dan memanfaatkan media computer tersebut.
    Dalam materi untuk mengenalkan dan menanamkan konsep perkalian dan pembagian pada siswa melalui komputer, khususnya program power point, siswa  terlibat secara aktif dan mandiri untuk menemukan konsep perkalian sebagai bentuk deret dari penjumlahan dan pembagian sebagai bentuk deret pengurangan. Program power point yang telah dikemas dalam bentuk instruksi pengajaran sendiri berisi serangkaian contoh dan instruksi yang harus dikerjakan oleh siswa secara manual. Dalam program tersebut juga telah dilengkapi evaluasi untuk mengukur berapa proses kadar pemahaman siswa terhadap konsep yang akan diajarkan. Jadi peranan guru hanya sebagai fasilitator sehingga proses belajar lebih ditentukan oleh aktifitas siswa.
Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Perkalian Dan Pembagian Menggunakan Media Komputer Pada Siswa Kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas  Semester II Tahun ajaran 2010/2011.
B. Rumusan Masalah
Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan latar belakang masalah dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Apakah mengajar dengan menggunakan media komputer pada siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011 Materi perkalian dan pembagian dapat meningkatkan hasil belajar ?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas maka tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui apakah mengajar dengan menggunakan media komputer dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011 pada materi perkalian dan pembagian.
2. Mengetahui apakah mengajar dengan menggunakan media komputer dapat meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran matematika.
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Landasan Teori
1.Matematika SD
Bagian inti matematika di SD mencakup aritmatika, pengantar aljabar, geometri, pengukuran dan kajian data (statistika). Penekanan matematika SD terletak pada penguasaan bilangan yang didalamnya termasuk berhitung. Karena sifatnya masih anak-anak, sebaiknya matematika di SD disampaikan dalam bentuk permainan atau nyanyian yang sebelumnya telah dikenal siswa, hal ini bertujuan agar anak merasa senang belajar matematika. Melalui permainan dan nyanyian siswa belajar dengan penuh kegembiraan dan penuh semangat, baru kemudian menumbuhkan kemampuan logika secara sederhana. Hal ini berarti bahwa dalam menyampaikan materi matematika SD tidak cukup bagaimana menyampaikan materi kepada siswa dan bagaimana agar siswa dapat menyelesaikan soal, namun justru terletak pada bagaimana anak memiliki logika secara sederhana untuk menemukan sendiri cara penyelesaiannya dan sikap yang baik ketika belajar matematika.
Sutrisman Murtadho dan Tambunan (1987 : 24) mendefinisikan matematika sebagai ilmu yang dapat membantu manusia menafsirkan secara eksak berbagai ide dan kesimpulan-kesimpulan serta dalam mengambil keputusan. Salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk membuat siswa memahami dan mengerti konsep dalam matematika SD adalah dengan objek langsung kepada anak. Anak dikenalkan benda secara konkrit yang dihubungkan dengan konsep angka dan perhitungan. Objek langsung dalam matematika terdiri dari fakta, konsep, dan prinsip.Selain objek langsung dalam matematika juga terdapat objek tidak langsung yang terdiri dari mengalihkan perhatian, kemampuan menyelidiki, kemampuan pemecahan soal, disiplin diri, dan apresiasi terhadap struktur matematika. Setiap objek langsung pengajaran matematika tersebut memiliki tingkat kesulitan yang menuntut kemampuan kognitif yang berbeda, maka mengajarkan objek langsung dalam pengajaran matematika memerlukan strategi mengajar tersendiri yang sesuai dengan objek yang sedang dipelajari siswa.
2. Pengertian Media Komputer
a. Media Pembelajaran
Atwi Suparman (1997 ; 177) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan media adalah alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan. Arife S Sadiman et al. (1996 :5) mengemukakan bahwa media pendidikan terdiri dari software dan hardware. Arief juga mengemukakan bahwa yang dimaksud perangkat komputer terdiri dari :
1) Software atau perangkat lunak
a) Orang (people) yakni orang-orang yang mempunyai keterampilan dan kemampuan tertentu di masyarakat. Misalnya : siswa, guru, kepala sekolah, tutor, petugas perpustakaan, tokok-tokoh masyarakat.
b) Pesan (message) adalah ajaran atau informasi yang akan dipelajari atau diterima oleh siswa atau peserta latihan. Misalnya : materi-materi, latihan, bidang studi.
c) Bahan (material) sering disebut perangkat lunak (software). Didalamnya terkandung pesan-pesan yang perlu disajikan baik dengan bantuan alat penyaji maupun tanpa alat penyaji. Contoh : buku bacaan, modul, majalah, transparansi, film bingkai, audio.
2) Alat (device) biasa disebut hardware atau perangkat keras.
a) Biasanya digunakan untuk menyajikan pesan. Contoh : proyektor film, video tape, radio, tv.
b) Teknik yaitu prosedur rutin atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan alat, bahan, orang, dan lingkungan untuk menyajikan pesan. Misalnya : teknik demonstrasi, kuliah, ceramah, tanya jawab, pengajaran, terprogram, dan belajar sendiri.
c) Lingkungan (setting) semua kondisi yang memungkinkan siswa belajar, misalnya gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, pusat sumber belajar, museum, kebun binatang, rumah sakit, pabrik, dan tempat-tempat lain yang disengaja dirancang untuk tujuan lain, tetapi kita manfaatkan untuk belajar siswa atau yangdirancang untuk tujuan lain tetapi dimanfaatkan untuk belajar siswa-siswa kita.
Bahwa dalam menggunakan media pembelajaran dianjurkan untuk merencanakan secara sistematik agar pembelajaran berjalan efektif dan penggunaan media pembelajaranpun berjalan secara efektif pula. Pembelajaran efektif dengan menggunakan media perlu direncanakan dengan baik agar : 1) menumbuhkan minat peserta didik, 2) menyampaikan materi baru, 3) melibatkan peserta didik secara aktif, 4) mengevaluasi tingkat pemahaman peserta didik, 5) menetapkan tindak lanjut.
3. Materi Pelajaran Perkalian dan Pembagian Kelas II
a. Perkalian
Perkalian adalah penjumlahan berulang
Contoh :
3 x 4 = 4+4+4 = 12
4 x 2 = 2+2+2+2 = 8
Perkalian dua bilangan satu angka, contoh :
2 x 2 = 4
5 x 5 = 25
9 x 9 = 81
Pada perkalian berlaku sifat pertukaran, contoh :
3 x 5 = 5 x 3 = 15
6 x 8 = 8 x 6 = 48
Perkalian suatu bilangan dengan bilangan 1 hasilnya sama dengan bilangan itu sendiri, contoh :
3 x 1 = 3
6 x 1 = 6
Perkalian suatu bilangan dengan bilangan 0 hasilnya sama dengan 0.
contoh ;
7 x 0 = 0
2 x 0 = 0
Perkalian tiga bilangan satu angka, contoh :
2 x 2 x 2 = (4)x2 = 8
5 x 5 x 5 = (25)x5 = 125
b. Pembagian
Pembagian pada dasarnya merupakan pengurangan berulang hingga habis.
Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian. Contoh
35 : 7 = 5 karena
35-7-7-7-7-7 = 0
Banyaknya angka 7 ada lima (5)
42 : 6 = 7
6 x 7 = 42
Pembagian berturut-turut tiga bilangan.
Contoh :
81 : 9 : 3 = 9 : 3 = 3
72 : 8 : 1 = 9 : 1 = 9
Perkalian dan pembagian sebagai hitung campuran.
Contoh :
63 : 9 = 7 x ….
4 x 2 = 64 : ….
B. Kerangka Berpikir
Penggunakan media komputer dalam pembelajaran diduga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Ketepatan pemilihan dan penggunaan media dalam pembelajaran matematika akan berpengaruh terhadap kelancaran proses pembelajaran matematika. Untuk itu penggunaan media pembelajaran akan membantu siswa dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan dan membantu guru untuk menyampaikan materi pelajaran. Pembelajaran bermedia computer diduga dapat meningkatkan hasil belajar matematika.
C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka berpikir di atas maka hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Jika pembelajaran matematika pokok bahasan perkalian dan pembagian menggunakan media komputer maka hasil belajar siswa akan meningkat.
METODE PENELITIAN
A. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011. Adapun siswa yang menjadi objek penelitian sebanyak 17 anak
B.Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011 dalam menyelesaikan soal matematika pada pokok bahasan perkalian dan pembagian dan penggunaan komputer.
C.Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini direncanakan terdiri 2 siklus. Tiap siklus direncanakan 3 pertemuan. Tiap-tiap siklus direncanakan berkesinambungan, artinya proses dan hasil siklus I akan ditindak lanjuti dalam siklus 2. Prosedur penelitian tindakan kelas ini setiap siklus meliputi empat tahapan : a. Perencanaan (planning); b. Tindakan (acting);c. Observasi (observing);d. Refleksi (reflecting).
D. Data dan Cara Pengumpulan
Untuk memperoleh informasi yang valid dan reliabel dari pelaksanaan penelitian tindakan ini, maka perlu kelengkapan data, kualitas alat pengumpul data dan ketepatan alat analisanya.
1. Jenis data
a. Data hasil belajar siswa.
b. Data guru selaku peneliti.
c. Data keaktifan siswa.
2. Cara pengumpulan data
Cara pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah :   
a. Melalui hasil tes.
b. Hasil pengamatan dari observer.
c. Hasil pengamatan dari peneliti.
E. Indikator Keberhasilan
Tolak ukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat
dilihat dari :
1. Nilai rata-rata kelas minimal 7,5.
2. Prosentase siswa yang memperoleh skor > 6,5 minimal 85 % dari 34 siswa  
    yang ada.
3. Keaktifan belajar siswa meningkat.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Pengumpulan data telah dilaksanakan sejak pengambilan data penelitian
telah dilakukan proses penyelesaian sehingga diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Siklus I
a. Hasil Pengamatan
Siklus I merupakan proses pembelajaran operasi perkalian dengan menggunakan media komputer yang dilaksanakan pada tanggal 11,12,13 April 2011 dengan alokasi waktu tiga kali pertemuan, setiap pertemuan 2 jam pelajaran (2 x 30 menit) Pada pertemuan pertama dan dua untuk persiapan dan pelaksanaan tindakan sedangkan pertemuan ketiga digunakan untuk melaksanakan tes siklus I.
Guru dan siswa melaksanakan skenario yang telah ditentukan, yakni guru menjelaskan cara pengoperasian perkalian dengan menggunakan media komputer, guru menyuruh salah seorang siswa untuk mencoba mengoperasikan perkalian dengan media komputer, kemudian guru mengamati dan membimbing pengoperasian perkalian yang telah dilakukan siswa. Saat guru menjelaskan materi, siswa kelihatan tegang.
Apabila guru memberikan pertanyaan secara lisan kepada siswa terlihat beberapa siswa diam dan tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Hal itu dilihat dari data yang telah terangkum mengenai partisipasi siswa dalam pembelajaran siswa antara lain:
1) Banyak siswa yang aktif 25% atau sebanyak 4 anak dari 17 siswa.
2) Banyak siswa yang kurang terlibat dan tidak aktif dalam mengikuti proses pembelajaran 75 % atau sebanyak 13 anak dari 17 siswa.
Dari data di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa siswa merasa takut untuk bertanya kepada guru, hal itu menyebabkan ketidakaktifan siswa dalam pembelajaran.
b. Data hasil tes siklus I
     Rata-Rata nilai 2280 : 34 = 67
     Banyak siswa yang mendapat nilai > 6,5 ada 62 % atau sebanyak 11 anak dari   
     17 siswa
2. Siklus II
a. Hasil pengamatan
Siklus II merupakan proses pembelajaran operasi pembagian dengan menggunakan media komputer yang dilaksanakan pada tanggal 18, 19, 20 April 2011 dengan alokasi waktu tiga kali pertemuan, setiap 1 kali pertemuan 2 jam pelajaran (2 x 30 Menit). Pertemuan pertama digunakan untuk menjelaskan operasi pembagian, pertemuan kedua menjelaskan pembagian berturut-turut, pertemuan ketiga digunakan operasi perkalian dan pembagian dilanjutkan tes siklus II.
Guru dan siswa melaksanakan skenario yang telah direncanakan yakni guru menjelaskan cara mengoperasikan pembagian dengan menggunakan media komputer, selanjutnya siswa disuruh untuk mencoba melakukan operasi hitung pembagian secara berturut-turut dengan menggunakan media komputer. Setelah siswa mampu mengoperasikan pembagian secara individual secara tidak langsung siswa telah memahami konsep operasi pembagian. Di sini siswa mulai tampak berani dan aktif, hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa mulai meningkat. Hal tersebut dapat ditunjukan dari hasil observasi sebagai berikut:
1) Banyak siswa yang aktif 75% atau sebanyak 13 anak dari 17 siswa.
2) Banyak siswa yang tidak terlibat dan tidak aktif dalam mengikuti proses pembelajaran 25% atau sebanyak 4 anak dari 17 siswa.
b. Data hasil tes Siklus II
Rata-rata nilai tes 2700 : 34 = 79
Banyak siswa yang mendapat nilai > 6,5 ada 97 % atau sebanyak 16 anak dari 17 siswa.
B. Pembahasan
Dari hasil pengamatan pelaksanaan tindakan siklus I ini secara keseluruhan proses pembelajaran dengan menggunakan media komputer sebagai alat bantu pembelajaran belum ada peningkatan hasil belajar siswa dalam operasi perkalian. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang mendapat nilai > 6.5 sebanyak 62 % atau sebanyak 11 anak dari 17 siswa dengan rata-rata nilai tes 67 dan keaktifan siswa 25 % atau sebanyak 4 anak dari 17 siswa. Dilihat dari indikator yang ditetapkan maka hasil dari siklus I belum mencapai indicator keberhasilan. Hal ini di sebabkan karena sebagian besar dari siswa banyak yang belum begitu paham tentang tatacara pengoperasian komputer secara maksimal, tetapi jika dibandingkan dengan kondisi awalnya sudah ada peningkatan. Maka dengan memperhatikan refleksi pada siklus I, penelitian dilanjutkan ke siklus II.
Hasil pengamatan pelaksanaan tindakan kelas pada siklus II ini secara keseluruhan proses pembelajaran dengan menggunakan media komputer sebagai alat peraga pada pembagian dapat meningkatkan hasil belajar siswa hal itu terbukti dari hasil tes siklus II, Hal ini dapat dilihat dari banyak siswa yang mendapat nilai > 6,5 ada 97 % atau sebanyak 16 anak dari 17 siswa dengan rata-rata nilai tes 79 dan keaktifan siswa 65 % atau sebanyak 13 anak dari 17 siswa. Setelah dilakukan siklus II hasil rata-rata tes ternyata sudah cukup memuaskan atau telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan terhadap hasil pembelajaran siswa.
Dari analisis data siklus I dan II pada hasil penelitian tindakan kelas ini yakni analisis terhadap pengamatan proses pembelajaran dan hasil belajar dengan menggunakan media komputer pada siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011 diperoleh hasil menuju arah perbaikan dan peningkatan pemahaman  konsep operasi perkalian dan pembagian serta meningkatkannya hasil belajar serta layanan guru dalam menangani proses belajar. Pengunaan media computer sangatlah efektif karena dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran siswa menjadi semangat, lebih bergairah dan tidak bosan. Untuk meningkatkan penguasaan berhitungnya, siswa berusaha bermain pengoperasian perkalian dan pembagian dengan media computer semaksimal mungkin, sehingga jelas bahwa penggunaan media komputer dapat membangkitkan minat siswa. Minat belajar siswa merupakan faktor yang mempunyai peran penting dalam belajar matematika. Dengan minat belajar yang besar akan menimbulkan motivasi belajar yang tinggi, karena motivasi belajar yang tinggi akan menentukan keberhasilan belajar siswa.
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
1. Dari hasil keseluruhan kegiatan PTK di kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011 dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media computer siswa dapat meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan perkalian dan pembagian. Berangkat dari kondisi awal nilai matematika yang mendapat nilai dibawah 6,5 ada 62 % atau sebanyak 11 anak dari 17 siswa. Setelah diadakan penelitian, hasil dari siklus I diperoleh nilai > 6,5 ada 62 % atau  sebanyak 11 anak dari 17 siswa dengan rata-rata nilai tes 67, kemudian siklus II diperoleh nilai > 6,5 ada 97 % atau sebanyak 16 anak dari 17 siswa dengan rata-rata nilai tes 79.
2. Setelah diadakan uji coba siklus 1 dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam menggunakan media komputer. Keaktifan siswa pada siklus I 25 % atau sebanyak 4 anak dari 17 siswa dan siklus II 75 % atau sebanyak 13 anak dari 17 siswa.
B. Saran
Berdasarkan pengalaman selama peneliti melaksanakan PTK di kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011, dapat diajukan saran bahwa untuk menanamkan konsep perkalian dan pembagian, guru dapat menggunakan media komputer sebagai alternatif media pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Anderson, Ronald H., 1987, Pemilihan dan Pengembangan Media Untuk Pembelajaran, (Edisi terjemahan oleh Yusuf Hadi Miarso, dkk), Jakarta : PT. Rajawali
Arief S. Sadiman, et. Al., 1996, Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada,
Assubel, David. P., Joseph D. Novak and Helen Hanesian, 1978, Educational Psychology : A Cognitive View, New York : Holt, Renehart and Winston.
Atwi Suparman, 1997, Desain Intruksional, Jakarta : PAU PPAI Universitas Terbuka
Oemar Hamalik, 1994, Media Pendidikan, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti Maskuri, dkk, 2001, Pengembangan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Kimia Fisika IV Program Studi Kimia P. MIPA FKIP UNS Semester V tahun Ajaran
2000/2001 Menggunakan PowerPoint, Surakarta : UNS Press
Nana Sudjana, 1995, Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya,
R. Soedjadi Kusrini, 2003, Matematika 2b Untuk Sekolah Dasar Kelas 2 Semester
Kedua, Menyongsong KBK, Jakarta : Balai Pustaka
Slameto, 1995, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, Jakarta : Pustaka
Sinar Harapan,
Sutrisman Murtadho dan Tambunan, 1987, Pengajaran Matematika, Jakarta, Universitas Terbuka

BIODATA  PENULIS
NAMA        : Samin, S.Pd
Nip        : 19631104 198304 1 003
Jabatan        : Kepala Sekolah
Unit kerja    : SDN 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab.KLaten

0 komentar:

Poskan Komentar