This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Belajar Untuk Masa Depan

Tugas Sekarang Jangan Ditunda Besok Atau Bulan Depan

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Impian Dari Keinginan

Kesuksesan Berawal Dari Prestasi

Pages

Tampilkan postingan dengan label Strategi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Strategi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 September 2012

Strategi Pembelajaran STAD

STAD terbentuk dari lima komponen, yaitu :
Presentasi klas (class presentations)
Tim Belajar (teams)
Tes-tes (quizzes)
Skor Peningkatan & Individu (Individual Development Score)
Komponen-komponen diatas diterangkan sebagai berikut :
Presentasi Kelas
Materi dalam STAD pada awalnya diperkenalkan dalam presentasi kelas. Presentasi inisering berupa pengajaran langsung atau diskusi-diskusi, ceramah yang dipimpin oleh seorang guru atau presentai melalui penggunaan buku teks, audio visual. Presentasi kelas dalam STAD berbeda dengan pengajaran yang biasanya, dimana dalam presentasi tersebut  harus betul-betul terfokus pada unit STAD.
Kelompok Belajar
Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen artinya anggota kelompok terdiri dari prestasi akademik beragam, jenis kelamin, ras atau kesukuan.
Fungsi dari kelompok adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk menghadapi tes dengan sangat baik. Tiap-tiap kelompok terdiri dari empat atau lima orang siswa dan tiap-tiap kelompok dapat memberikan memberikan nama kelompoknya (misalnya : A, B, C, D dst)
Setelah guru memberikan materi, anggota kelompok segera bertemu untuk mempelajari materi yang dapat berupa lembar kerja dan didiskusikan secara bersam mengenai masalah bersama, membandingkan jawaban atau mengoreksi kesalahan persepsi.
Tes
Setelah satu atau dua tetap muka/presentasi, para siswa mendaatkan tes secara individu dan para siswa (anggota kelompok) tidak dibenarkan memberi pertolongan. Larangan ini untuk menyakinkan bahwa setiap anggota kelompok atau setiap siswa bertanggungjawan secara individu dari penguasaan materi yang diberikan guru.
Nilai
Skore perbaikan individu ini adalah untuk memberi tiap siswa tujuan prestasi yang bisa  dicapai siswa. Yaitu dengan membandingkan skor perorangan/individu dengan skor dasar. Sehingga siswa dapat melihat skor peningkatan mereka. Skore tim (kelompok) diperoleh dengan menambahkan skore peningkatan semua anggota dalam suatu kelompok.
Penghargaan Tim (kelompok)
kelompok belajar akan mendapatkan penghargaan, misalnya sertifikat pujian diharapkan kelompok lain tentang kehebatannya, jika nilai rata-rata mereka melebihi kriteria  tertentu.

Pembelajaran Heuristik

Heuristik adalah suatu penuntun yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu masalah yang dapat mengarahkan pemecah masalah untuk menemukan penyelesaian soal yang diberikan. Menurut Poyla (1973:112), heuristic as an adjective, means “serving to discover”. Maksudnya heuristik (kata sifat) berarti “penuntun untuk menemukan”. Selanjutnya dalam Webster’s (1985:856) tertulis bahwa heuristic helping to discover, to solutions or answer. Maksudnya bahwa heuristik adalah penuntun untuk menemukan pemecahan atau jawaban.
Demikian juga Alan H. Shoenfeld (1982:23) menyatakan “heuristic helping are general suggestions that help an individual to understand a problem better or to make progress toward is solution”. Kutipan ini mengandung makna bahwa heuristik adalah saran-saran (petunjuk-petunjuk) umum yang dapat membantu individu untuk mengerti lebih baik suatu masalah atau membuat kemajuan ke arah pemecahan masalahnya.
Dari definisi heuristik yang telah diuraikan, pengertian heuristik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu penuntun (petunjuk) dalam bentuk pertanyaan atau perintah yang mengarahkan pemecahan  masalah  komposisi fungsi dan invers  fungsi yang diberikan.
Pemecahan Masalah dengan Strategi Heuristik
Berdasarkan definisi heuristik yang sudah diberikan, maka pemberian heuristik dalam pemecahan masalah matematika adalah suatu strategi (taktik) yang digunakan dalam membelajarkan pemecahan masalah matematika sehingga pemecah masalah (dalam hal ini siswa) dapat menyelesaikan masalah dengan baik sesuai dengan langkah-langkah pemecahan masalah dengan strategi heuristik. Dengan kata lain pemecahan dengan strategi heuristik adalah suatu prosedur khusus untuk membelajarkan menyelesaikan masalah  matematika, dengan memberikan penuntun/petunjuk dalam bentuk pertanyaan atau perintah pada setiap langkah-langkah pemecahan masalah.

Teknik Skrambel Dalam Proses Pembelajaran

1. Pengertian Teknik Skrambel.
Istilah “Skrambel” berasal dari bahasa Inggris yang dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “perebutan, pertarungan, perjuangan . Teknik “skrambel” biasanya dipakai oleh anak-anak sebagai permainan yang pada dasarnaya merupakan latihan pengembangan dan peningkatan wawasan pemilikan kosakata kosakata dan huruf huruf yang tersedia.Teknik permainan ini pada prinsipnya menghendaki siswa supaya melakukan penyusunan atau pengurutan suatu struktur bahasa yang sebelumnya dengan sengaja telah dikacaukan susunannya. Berdasarkan sifat jawabannya, skramble terdiri atas bermacam macam bentuk.
a. Skrambel kata, yakni sebuah permainan yang menyusun kata-kata dari huruf- huruf yang telah dikacaukan letak huruf-hurufnya sehingga membentuk suatu kata tertentu yag bermakna.
      Misalnya dari huruf-huruf : lewerkala menjadi kelelawar; opmketru menjadi komputer
 b. Skrambel Kalimat, yakni sebuah permainan menyusun kalimat dari kata-kata
           acak. Bentukan kalimat dimaksud hendaknya logis, bermakna, tepat dan 
           benar.
c. Skrambel Wacana, yakni sebuah permainan menyusun wacana logis             berdasarkan kalimat atau paragraf acak. Hasil susunan wacana dalam             permainan skrambel hendaknya logis dan bermakna.
2. Pembelajaran Membaca Pemahaman dengan Teknik Skrambel
Skrambel adalah salah satu permainan bahasa pada hakikatnya permainan bahasa merupakan suatu aktivitas untuk memperoleh keterampilan tertentu dengan cara menggembirakan(Suparno 1998:60) Dengan bermain siswa akan memperoleh kegembiraan atau kesenangan,selain itu keterampilan tertentu akan diperolehnya dengan tidak sengaja. Dalam setiap permainan terdapat unsur rintangan dan tantangan yang harus dihadapi dan dipecahkan.

Minggu, 23 September 2012

Media Pembelajaran Untuk Siswa

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Brown (1994) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi efektifitas pembelajaran. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer, internet dan tidak kalah fungsinya adalah handphone.
Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya : (1) Media Visual: grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik, (2) Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya, (3) Projected still media: slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya, (4) Projected motion media: film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), Komputer, handphone dan sejenisnya.
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
Menggerinda pahat bubut merupakan keterampilan motorik yang berdasarkan uraian diatas bisa menggunakan film atau video sebagai media pembelajaran. Banyak macam video atau kamera yang dapat digunakan untuk pengambilan gambar maupun untuk memutar gambar yang ada (sebagai player) . Salah satu peralatan multi guna saat ini yang dapat digunakan untuk fungsi tersebut adalah kamera video handphone.
Joyke Christian Kumaat(http://id.wikipedia.org) mengungkapkan bahwa media video mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, dapat menstimulir efek gerak, dapat diberi suara maupun warna, tidak memerlukan keahlian khusus dalam penyajiannya, tidak memerlukan ruangan gelap dalam penyajiannya. Sedang kekuranganya adalah, memerlukan peralatan khusus dalam penyajiannya, memerlukan tenaga listrik, memerlukan keterampilan khusus dan kerja tim dalam pembuatannya.
Kekurangan yang disampaikan oleh Joyke rupanya tidak berlaku pada kamera video handphone. Untuk mengoperasikan video kamera handphone tidak memerlukan peralatan khusus, powernya menggunakan baterai dan tidak memerlukan keterampilan khusus.
Kamera jenis digital ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCDyang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda. Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memoryataupun external memoryyang menggunakan memory card.
Layanan kamera handphone tidak hanya untuk pemotretan tetapi sudah banyak tersedia layanan untuk pengambilan gambar hidup atau video dengan durasi yang bervariasi dari yang hitungan detik sampai yang hitungan jam. Telepon genggamseringnya disebut handphone(disingkat HP) atau disebut pula sebagai telepon selular(disingkat ponsel) adalah perangkat telekomunikasielektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan teleponfixed linekonvensional, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan teleponmenggunakan kabel(nirkabel; wireless).
Selain berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon, ponsel umumnya juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message service, SMS). Mengikuti perkembangan teknologi digital, kini ponsel juga dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur, seperti bisa menangkap siaran radiodan televisi, perangkat lunak pemutar audio (mp3) dan video, kamera digital, game, dan layanan internet(WAP, GPRS, 3G)videophone, maupun untuk televisionline.

TEknik Pembelajaran Inquiry

Teknik adalah sebuah cara khas yang operasional, yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, berpegang pada proses sistematis yang terdapat dalam metode. Oleh karena itu, teknik lebih bersifat tindakan nyata berupa usaha atau upaya yang digunakan untuk mencapai tujuan. (Iskandarwassid, Dadang Suhendar, 2008: 41).
Teknik penyajian pelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang digunakan oleh pengajar atau instruktur. Pengertian lain ialah sebagai teknik penyajian yang dikuasai pengajar untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada peserta didik di dalam kelas agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami, dan digunakan oleh peserta didik dengan baik (Iskandarwassid, Dadang Suhendar, 2008: 67).Seorang pengajar yang baik harus menguasai berbagai teknik pengajaran. Setiap tujuan pengajaran, dan setiap jenis kompetensi yang akan dicapai menggunakan teknik yang berbeda-beda sesuai tujuan atau kompetensi yang akan dicapai.
Sedangkan beberapa teknik penyajian pelajaran yang sering digunakan guru antara lain: teknik penyajian diskusi, teknik penyajian kerja kelompok, teknik penyajian penemuan, teknik penyajian simulasi, teknik penyajian unit teaching, teknik penyajian sumbang saran, teknik penyajian inquiri, teknik penyajian eksperimen, teknik penyajian demonstrasi, teknik penyajian, karya wisata, teknik penyajian kerja lapangan, teknik penyajian secara kasus, teknik penyajian secara sistem regu, teknik penyajian latihan tubain (drill), dan teknik penyajian ceramah.
Teknik penyajian pelajaran inquiridalam buku Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana yang berjudul ”Konsep Strategi Pembelajaran” digolongkan ke dalam Strategi Pembelajaran Discoverydan Inquiry. Namun, pada bagian pembahasan Discoverydan Inquiryini disebut sebagai metode.”Discoverydan Inquirymerupakan suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku” (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009: 77).
Beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam metode descoveryinquiryantara lain:a) Mengidentifikasi kebutuhan siswa.b) Seleksi pendahuluan terhadap konsep yang akan dipelajari.c) Seleksi bahan atau masalah yang akan dipelajari. d) Menentukan peran yang akan dilakukan masing-masing peserta didik. e) Mengecek permasalahan peserta didik terhadap masalah yang akan diselidiki dan ditemukan.f) Mempersiapkan settingkelas. g) Mempersiapkan fasilitas yang diperlukan. h) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan penyelidikan dan penemuan.i) Menganalisis sendiri data temuan. j) Merangsang terjadinya dialog interaktif antarpeserta didik.k) Memberi penguatan kepada peserta didik untuk giat dalam melakukan penemuan. l) Memfasilitasi peserta didik dalam merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil temuannya.

Rabu, 19 September 2012

Kekuatan Pembelajaran Tematik

Kekuatan Pembelajaran Tematik menurut buku Bimbingan Teknis Pendidikan  (Dinas Pendidikan ,2006) sebagai berikut .
1. Memberikan pengalaman dan KBM yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak
2.  Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan anak
3.  Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna
4. Mengembangkan ketrampilan berpikir anak sesuai dengan permasalahan  yang dihadapi
5.  Menumbuhkan ketrampilan sosial dalam bekerjasama
6.  Memiliki sikap toleransi, komunikasi  dan tanggap  terhadap  gagasan orang  lain
Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai   dengan permasalahan yang dihadapi
Ciri-ciri Pembelajaran Tematik
Secara rinci  pembelajaran tematik dapat dideskripsikan sebagai berikut .
Berpusat pada anak
Memberikan pengalaman langsung
Pemisahan antar mata pelajaran tidak nampak
Menyajikan konsep dari beberapa mata pelajaran dalam satu PBM
Bersifat luwes
Hasil  pembelajaran  dapat   berkembang  sesuai  dengan  minat   dan kebutuhan minat